Sambil nunggu spfood mie gacoanku, aku mau curhat dulu deh di sini.
Pulang kerja tadi aku niatnya mau cerita ke pacarku, Fito, kalo semalem kerja kepikiran tentang hal ini terus, tapi mungkin karna dia lagi capek tiap satu kalimat yang aku omongin ke dia selalu diragukan, dihantam dan dipatahkan.
Malam ini, aku mulai mendengar lagi kepalaku yang nyaring dan cerewet, memikiran bagaimana nasib adik-adikku, nasib diriku sendiri. Sebenernya apa rencanamu mak, pak? kalian tahu kan kalo Didi low vision? Aku cuma mau jawaban pasti rencana kalian, aku gak menuntut keberhasilan rencana kalian, aku cuma mau memastikan bahwa kalian telah berusaha dan bertanggung jawab sebagai orang tua.
Tahun ini bocil sudah mulai masuk SD, cemas dan khawatir karna kondisi Didi yang seperti itu. Di kepalaku memang isinya hanya, Didi harus masuk SLB kalo nggak ya usahakan bagaimana Didi bisa melihat dan berbaur dengan lingkungan kita. SD deket rumah kita gak didesain untuk orang seperti Didi mak, pak. Bayangkan, Didi harus beradaptasi dengan lingkungan yang justru membuatnya kesulitan belajar dan tumbuh. Ditambah kalau harus menerima tekanan pelajaran. Pada akhirnya apa yang dilakukan- Didi dan kita sebagai orang tua dan yang bertanggung jawab atas tumbuh kembang dan hidup anak kecil itu,- hanya akan sia-sia, buang waktu, buang tenaga, buang uang.
Baik, lanjut pada skenario kedua, kalau memang benar Didi akan sekolah di SD deket rumah kita, bolehkan aku berpikir kalau kalian akan merencanakan penyembuhan mata Didi, atau paling tidak bagaimana Didi bisa melihat sedikit bayangan dunia. Memeriksakan kondisi mata Didi lebih lanjut ke dokter spesialis, seperti dipakaikan kaca mata yang sesuai dan evektif untuk kondisi Didi saat ini.
Menurutmu bagaimana kalau Didi masuk SLB, apakah lantas bisa membuatmu merasa bisa mengatur masa depan Didi?
Oh jelas tidak, aku hanya ingin memastikan Didi mendapat lingkungan dan pendidik yang tepat. Tempat di mana Didi mengetahui akan siapa dirinya. Kamu boleh baca masa depan yang aku maksud sebagai sebuah kemandirian dan survival.
Mak, pak, atau jangan-jangan kalian sudah pasrah begitu saja?
yayy mie gacoanku udah dateng guysss. makan dulu yaa...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar