Menahan sesuatu yang tak pernah hadir bahkan berlari menjauh.
Tidak bisa.
Dia yang 'kurasa' cintanya lebih besar darimu. Alasan mengapa tiba-tiba aku berkeputusan untuk melepaskanmu.
Aku memang berpikir,
Jika saja kamu sakit hati, lalu apa yang aku dapat saat aku masih memujamu.
Jika saja hatimu kecewa dan "dasar perempuan tebar pesona, suka menebar harapan palsu!" Hey, kemana saja saat aku menggila karna kamu. Aku memang pernah memutuskan untuk mencintaimu walaupun kamu tidak membalas perasaanku. Tetapi untuk dia yang bahkan dengan iklas memberikan hatinya padaku. Apakah kejam jika ku tukar dengan apa yang kau beri untukku?
Awalnya memang aku ingin mencintaimu tanpa balasan.
Tetapi untuk dia, tidak mungkin aku bertahan denganmu.
Berat memang (untukku),
Aku yang masih punya hati untukmu.
Harus melepas genggaman yang ku genggam sendiri.
Terimakasih pernah sangat berarti untuk salah satu jalan cerita hidupku.
Jalan cerita yang ku syukuri.
Aku rasa cerita... Entahkah ku sebut saja cerita duka... Kurang pas... Teman berjuang saat sulitku. Memang bukan hanya masalahku sendiri. Tapi saat itu kamu memberi energi untukku menyelesaikan masalah itu. Kamu yang pernha sangat berarti untuk 'salah satu cerita perjuanganku' :)
Dan mohon maaf, proses merelakan ini tidak akan berlangsung lancar.
Mohon maaf apabila aku masih terlihat mencintaimu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar