Kita saling rindu kita saling mencintai. Pun mengungkapkan. Kita saling mengerti rasa sakit saat tak bisa bersua. Tapi kita bukan apa-apa. Apakah untuk terus bersama kita harus menjadi 'apa-apa'? Apakah kita teman? Apakah kita sahabat? Tentu saja lebih dari itu. Tapi apakah suatu hubungan harus di awali dengan "Apakah kau mau menjadi teman hidup yang selalu disampingku?" ? Dan dijawab "iya, aku mau."? Ataukah cukup mengungkapkan ataupun menunjukkan rasa cinta itu saja?. Kita sepakat menamai diri kita seorang 'Kekasih'.
Aku tidak paham. Maaf. Mungkin karna baru saja aku temui orang semacam dirimu.
Dari kisah lamamu, mungkin aku dapat mengambil argumen. Kau memang tak mau terikat. Tapi kau terus menikmati.
Aku tak mau jadi seperti masa lalu mu. Yang memutuskan pergi karna habis kesabaran menunggu kepastian darimu.
Aku ingin manut karepmu saja.
Aku mau lihat apa maumu.
Sambil menenangkan hati, bahwa kita tak cukup dewasa untuk memutuskan kepastian.
Aku mau, cukup mencintaimu. Tak meminta lebih. Tak ingin berharap. Aku mau mencintaimu saja.
Hei ya, aku aku ingin mencintaimu saja. Dan aku bahagia ternyata (mungkin) kamu pun.
Iya, kegelisahan ini menyuruhku untuk berpikir. Apakah baik kita terus-teruskan?
Ah maaf, mungkin yang sampai padamu bisa lain maksudnya.
Maksudku apakah ketika kita saling mencintai, dan tak ada status apapun di kita, suatu saat di waktu yang bersamaan kita boleh mencintai orang lain?
Hehe, maaf, aku sudah berpikir mendua ya?
Bukan begitu maksudku.
Ah cinta itu sederhana mungkin yang rumit adalah kita.
Padamu aku cukup mencintai.
Huh aku bingung mau menuliskan bagaimana. Berulang kuhapus kalimat itu dan ku ubah-ubah kata nya. Aku cukup mencintaimu. Aku takut maksudnya berbeda. Ya, ya begini... Aku hanya cukup melakukan _kata kerja_ 'mencintai' -kepada dirimu. Eh eh tu kan aku sendiri masih menemui kalimat yg bisa bias(berubah makna) huh. Aku hanya mau berbuat melakukan kegiatan mencintai. Keterangannya: kepadamu. 'aku cukup mencintaimu' sama artinya 'kamu satu-satunya yang aku cintai', dan bukan ini yg kumaksud. Eh gimana sih anjir. :v kan jatohnya aku pengen mendua lagi kan. Enggak, aku cuma mau cinta sama kamu. Sama orang lain enggak. Tapi ya lihat-lihat dulu besok. Aku juga gak mau 'gak sadar' kalo kita masih sangad 'bocil' dalam hal beginian :v. Dan aku juga gak mau muluk-muluk bikin janji, yang pada akhirnya (bisa aja(kemungkinan besar)diingkari). Cukup aku mencintaimu. Inti dari kalimat itu adalah aku melakukan perbuatan. Jadi bukan kepada siapanya. Eh, tapi ya kepada dirimu ding Yang.
Ahsuuuuuuuuu!!!!!!!!!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar