Sabtu, 29 Agustus 2020

Maiyah Youtube

19:7:20

Apakah pantas aku dibilang merindukanmu
Seseorang yang tak pernah sekalipun bertemu
Walau sekejap mata ataupun sedengung telinga
Yang aku bisa hanya meraba-raba
Yang aku bisa hanya berusaha merasa mendekat

Bukan aku tak mau menjumpaimu
Bahkan sangat merindu akan perjumpaan itu
Namun seribu alasan akan selalu memupus harapan
Restu ibu yang khawatir tak bisa ditawar

Berterimakasih kepada teknologi
Ternyata cintaku bisa tumbuh sendiri
Sepenuh hati ku rawat lewat media
Rinduku semakin mengakar kuat
Bukan pada riuh ramai dan tatap
setiap ku jumpai di perpustakaan-perpustakaan
pada notif-notif channel youtube
pada kalimat-kalimat di website
Dan semakin rindu ketika kelak kuketahui lagu ini
*Backsong:Tombo ati menit akhir
Adalah suara cinta, yang mengantarkanku pada memori masa kecil bersama Ibu kala membuat es cendol menanti waktu berbuka puasa

Semoga tak lama lagi aku bisa duduk didepan panggung dan menahan haru
Ikut merasa setiap hembusan hafas yang bercampur dengan jamaah lain
Ikut membolak balik posisi kaki karna keram
Ikut menahan kantuk dilarut malam hingga pagi

Apakah setiap rindu harus didahului sebuah pertemuan?
Entah namanya rindu atau bukan, yang pasti aku ingin segera ikut larut disetiap tawa dan suasana Maiyahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dengerin dong...

 Sambil nunggu spfood mie gacoanku, aku mau curhat dulu deh di sini. Pulang kerja tadi aku niatnya mau cerita ke pacarku, Fito, kalo semalem...