Senin, 14 September 2020

Prakerja

Rasa penyesalanku begitu besar

Rasa bersalahku juga

Pikiran membawa ke neraka dunia

Astaghfirullah hasbunallah wanikmal wakil

Setelah sekian lama rasa ini seperti asing

Karna yg ku tahu gagal coba lagi

Tapi tidak kali ini

3 kesempatan untukku gagal yang satu

Tapi masih 2 kesempatan yang menguji keberuntunganku

Aku yang masih sangat polos

Takut bohong

Atau mungkin terlalu jujur

Aku takut bohong!


Ibu sangat mengharapkan bantuan itu

Dan mempercayakannya padaku

Tapi untuk kesekian kali

Aku tak bisa diandalkan

Aku tak bisa memenuhi keinginan

Yang ku bisa hanya mengecewakan

Dan tak berguna untuk apa aku dilahirkan

Yang hanya bisa merepotkan

Dan menjadi tanggungan


Maafkan aku ibu

Aku yang bandel ini keras kepala

Tak ada yang bisa mengganggu keputusanku untuk tidak kuliah

Maaf ibu

Ternyata aku masih anak kecil

Yang tidak mampu memanggul masalah

Yang suka merengek dan nangis

Aku tidak kuat ibu

Menahan emosi kesedihan entahlah

Marah juga

Aku tidak kuat kalau harus menyaksikan sendiri

Lemahmu di depan mataku

Cukup aku memberimu kepedihan

//

Ibu aku juga sakit

Sakit ini tak ada yang tau

Bahkan engkau menganggap aku baik-baik saja

Yang sama seperti pemalas lainnya

Aku sakit ibu

Badanku sudah memberi sinyal

Tapi malah menjadi fitnah awalnya

Sekarang sudah menjadi 'wes biasa'

Aku sakit ibu

Nafas ini tak kuasa menghirup udara lagi

Sesak karna air mata

Penyesalan yang kuhadapi

Ketakutan yang ku alami

Ketakutan itu bu

Rasa bersalah itu bu

Mereka menghancurkan hidupku

Mereka memporak-porandakan masa remaja beranjak dewasaku

Mentalku hancur lebur

Harapanku hilang musnah

Mentalku kalut ibu

Aku tak punya lagi kuasa atas diriku


Yang ku perlihatkan hanyalah kecemenan

Yang suka emosi tidak jelas

Dan cuek kurang ajar

Tiba-tiba melamun dan berganti watak

Akulah ibu

Yang suka terbawa emosi sesaat

Dan aku adalah keburukan di matamu


Aku juga heran bu

Kenapa aku tak pernah mau membantumu?

Untuk hal mencuci yang harusnya wajib

Aku dengan kurang ajar nya selalu mengalihkan padamu

Apalagi memasak

Sebegitu najiskah minyak tubuhku untuk alat-alat dapur?

Aku juga sih yang salah kenapa tak mau belajar memasak.

Apalagi mengurus rumah seperti menyapu

Anakmu ini serupa anjing yang mengotori rumah tuannya

Apalagi momong

Aku tak mau dan tak mampu membantu

Tingkat kemalasanku sudah menggunung tinggi

Aku yang juga tak punya tingkat kesabaran setara denganmu

Bahkan mendekati tingkatanmu saja masih jauh

*Aku benci diriku ibu, yang selalu merendah untuk meninggi. Tapi bagaimanapun kerendahan ini memang milikku. Bagaimana mau meninggi bahwa faktanya memang sehina ini*

Ibu

Jika memang aku dititipkan Allah padamu

Dan jika engkau tidak ridho akan itu

Kembalikan saja aku pada Penitipnya

Jika aku hanya bisa merepotkanmu

Adukan saja aku pada Dia

Laporkan aku padaNya ibu

Aku sudah menyakitimu

Dan tak bisa membahagiakanmu


Ibu kuulangi selalu maaf aku tak bisa memenuhi harapanmu

Aku yang jauh dari ekspektasimu


Maaf ibu

Aku belum bisa mendapat perkerjaan

Aku belum bisa membeli sekilo beras

Aku masih menyuap nasi dari tanganmu


Maaf ibu

Aku menjadi bahan omongan tetangga

Aku menjadikanmu omongan orang2

Aku menjadikanmu remeh dimata orang lain

Aku membuat dirimu rendah di mata orang lain


Ibu aku ingin lagi

Dipeluk dari belakang saat menjelang tidur

Digadang gadang punya masa depan cerah


//

## Seakan-akan aku lupa kepedihan dan kesakitan yang ibu emban ##


Tuhan

Dia baik sekali

Mau memberiku penghidupan sampai 18th ini

Walau yang kubisa hanya membuatnya repot saja

Tuhan makhluk ini mulia sekali

Tuhan dia mutiara

Dia malaikat

Kenapa Engkau titipkan aku padanya

Malu aku Ya Rabb

Malu karna aku tak punya ahli apa2

Apalagi untuk menjadi ahli membahagiakannya

Masih jauh Rabbi

Ya Rabb

Aku rela seluruh perbuatanku yang Engkau hitung pahala

Engkau beri seluruhnya untuk makhluk satu ini

Rabbi

Pokoknya bila harga tiket surga untuknya terlalu mahal

Kuberikan semua jatahku untuk dia

Semuanya itu walaupun cuma sedikit

Rabbi pokoknya itu ya :)


Ya Rabb

Bimbing hamba untuk selalu menjadi anak yang berbakti

Tuntun hamba untuk selalu menghindari hal yang menyakiti hatinya dan mengecewakannya

Rabbi

Hamba bertugas sembahyang kepadamu selama hidup di dunia dan akhiran kelak

Tak pernah absen maupun pensiun

Di boss i malaikatmu yang itu tadi



Tuhan begitu meroket jauh ke ruang angkasa gelap gulita sunyi sepi. Maaf. Ke liar an pikiran hamba.


00:07

15/09/2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dengerin dong...

 Sambil nunggu spfood mie gacoanku, aku mau curhat dulu deh di sini. Pulang kerja tadi aku niatnya mau cerita ke pacarku, Fito, kalo semalem...