Rasa penyesalanku begitu besar
Rasa bersalahku juga
Pikiran membawa ke neraka dunia
Astaghfirullah hasbunallah wanikmal wakil
Setelah sekian lama rasa ini seperti asing
Karna yg ku tahu gagal coba lagi
Tapi tidak kali ini
3 kesempatan untukku gagal yang satu
Tapi masih 2 kesempatan yang menguji keberuntunganku
Aku yang masih sangat polos
Takut bohong
Atau mungkin terlalu jujur
Aku takut bohong!
Ibu sangat mengharapkan bantuan itu
Dan mempercayakannya padaku
Tapi untuk kesekian kali
Aku tak bisa diandalkan
Aku tak bisa memenuhi keinginan
Yang ku bisa hanya mengecewakan
Dan tak berguna untuk apa aku dilahirkan
Yang hanya bisa merepotkan
Dan menjadi tanggungan
Maafkan aku ibu
Aku yang bandel ini keras kepala
Tak ada yang bisa mengganggu keputusanku untuk tidak kuliah
Maaf ibu
Ternyata aku masih anak kecil
Yang tidak mampu memanggul masalah
Yang suka merengek dan nangis
Aku tidak kuat ibu
Menahan emosi kesedihan entahlah
Marah juga
Aku tidak kuat kalau harus menyaksikan sendiri
Lemahmu di depan mataku
Cukup aku memberimu kepedihan
//
Ibu aku juga sakit
Sakit ini tak ada yang tau
Bahkan engkau menganggap aku baik-baik saja
Yang sama seperti pemalas lainnya
Aku sakit ibu
Badanku sudah memberi sinyal
Tapi malah menjadi fitnah awalnya
Sekarang sudah menjadi 'wes biasa'
Aku sakit ibu
Nafas ini tak kuasa menghirup udara lagi
Sesak karna air mata
Penyesalan yang kuhadapi
Ketakutan yang ku alami
Ketakutan itu bu
Rasa bersalah itu bu
Mereka menghancurkan hidupku
Mereka memporak-porandakan masa remaja beranjak dewasaku
Mentalku hancur lebur
Harapanku hilang musnah
Mentalku kalut ibu
Aku tak punya lagi kuasa atas diriku
Yang ku perlihatkan hanyalah kecemenan
Yang suka emosi tidak jelas
Dan cuek kurang ajar
Tiba-tiba melamun dan berganti watak
Akulah ibu
Yang suka terbawa emosi sesaat
Dan aku adalah keburukan di matamu
Aku juga heran bu
Kenapa aku tak pernah mau membantumu?
Untuk hal mencuci yang harusnya wajib
Aku dengan kurang ajar nya selalu mengalihkan padamu
Apalagi memasak
Sebegitu najiskah minyak tubuhku untuk alat-alat dapur?
Aku juga sih yang salah kenapa tak mau belajar memasak.
Apalagi mengurus rumah seperti menyapu
Anakmu ini serupa anjing yang mengotori rumah tuannya
Apalagi momong
Aku tak mau dan tak mampu membantu
Tingkat kemalasanku sudah menggunung tinggi
Aku yang juga tak punya tingkat kesabaran setara denganmu
Bahkan mendekati tingkatanmu saja masih jauh
*Aku benci diriku ibu, yang selalu merendah untuk meninggi. Tapi bagaimanapun kerendahan ini memang milikku. Bagaimana mau meninggi bahwa faktanya memang sehina ini*
Ibu
Jika memang aku dititipkan Allah padamu
Dan jika engkau tidak ridho akan itu
Kembalikan saja aku pada Penitipnya
Jika aku hanya bisa merepotkanmu
Adukan saja aku pada Dia
Laporkan aku padaNya ibu
Aku sudah menyakitimu
Dan tak bisa membahagiakanmu
Ibu kuulangi selalu maaf aku tak bisa memenuhi harapanmu
Aku yang jauh dari ekspektasimu
Maaf ibu
Aku belum bisa mendapat perkerjaan
Aku belum bisa membeli sekilo beras
Aku masih menyuap nasi dari tanganmu
Maaf ibu
Aku menjadi bahan omongan tetangga
Aku menjadikanmu omongan orang2
Aku menjadikanmu remeh dimata orang lain
Aku membuat dirimu rendah di mata orang lain
Ibu aku ingin lagi
Dipeluk dari belakang saat menjelang tidur
Digadang gadang punya masa depan cerah
//
## Seakan-akan aku lupa kepedihan dan kesakitan yang ibu emban ##
Tuhan
Dia baik sekali
Mau memberiku penghidupan sampai 18th ini
Walau yang kubisa hanya membuatnya repot saja
Tuhan makhluk ini mulia sekali
Tuhan dia mutiara
Dia malaikat
Kenapa Engkau titipkan aku padanya
Malu aku Ya Rabb
Malu karna aku tak punya ahli apa2
Apalagi untuk menjadi ahli membahagiakannya
Masih jauh Rabbi
Ya Rabb
Aku rela seluruh perbuatanku yang Engkau hitung pahala
Engkau beri seluruhnya untuk makhluk satu ini
Rabbi
Pokoknya bila harga tiket surga untuknya terlalu mahal
Kuberikan semua jatahku untuk dia
Semuanya itu walaupun cuma sedikit
Rabbi pokoknya itu ya :)
Ya Rabb
Bimbing hamba untuk selalu menjadi anak yang berbakti
Tuntun hamba untuk selalu menghindari hal yang menyakiti hatinya dan mengecewakannya
Rabbi
Hamba bertugas sembahyang kepadamu selama hidup di dunia dan akhiran kelak
Tak pernah absen maupun pensiun
Di boss i malaikatmu yang itu tadi
Tuhan begitu meroket jauh ke ruang angkasa gelap gulita sunyi sepi. Maaf. Ke liar an pikiran hamba.
00:07
15/09/2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar