Sabtu, 30 September 2023

Peristiwa nylekit dan menyakitkan saat sebelum memulai dunia kerja Oktober 2020

 Aku menulis ini dengan tujuan untuk melepaskan ikatan kesakitan yang terjadi pada diriku. Siang ini 1 Oktober 2023 tiba-tiba aku menangis, kali ini karna teringat sesuatu, bukan seperti biasanya. Rasanya sakit banget. Perlu aku tulis juga bahwa, satu tahun ini aku melewati proses kehidupan yang ada-ada saja. Bisa disingkat aku merasa kualahan sama diri aku sendiri, aku suka menyebut diriku gila, aku suka berkata serapah aku pengen mati. Aku yang gak pernah merasa berguna. Part kehidupan satu ini harus ku tulis di postingan berbeda, biar jelas dan lega pada akhirnya.

Tulisan kali ini aku fokuskan pada kalimat ke-2 paragraf  pertama. Peristiwa apa itu? 

Oktober 2020 kalau gak salah tanggal 16 atau 17 itu adalah awal pertama aku interview dan training di salah satu pabrik garment terkhusus baju barbie di Kasihan, Bantul. Saat itu setelah interview aku langsung training pada hari yang sama, dan ttd kontrak pada hari ke 3 yaitu tgl 18 Agustus 2020. Karna lokasinya di jogja aku sama amalia berencana untuk nginep di warung Mak Suroyo dan Mba Nur di wilayah Gedong Kuning. Saat training aku ketemu sama eva dan partner an sama dia, saat itu Amalia sudah di kontrak dan ditempatkan di line B10. Aku rasa saat itu  adalah momen berat tapi aku percaya bisa dilewati, makanya aku tenang meskipun nervous. Saat mengingat part itu tentu aku juga tidak lupa sama kejadian ini, yang tentu saja menjadi part terpenting di postingan ini. Sebentar, aku tarik nafas dulu ya...

Sore itu tanggal 17 kalau gak salah aku sudah pulang training sama Eva, dan nunggu amal. Karna rencananya aku mau nginep di warung nya Mba Nur, Aku memutuskan untuk mampir dan menunggu amal di tempat kos Ayuk dan Etik (Kos Bu Parmi), ternyata Eva mau nemenin aku sampe amal pulang, berangkat lah aku ke Kos Ayuk dari yang kesasar ke belakang Angkringan Pak theo, dan akhirnya ternyata salah arah, dan sampe juga. ternyata Amal tidak juga pulang, aku minta Eva untuk pulang duluan. Lalu, bapak telfon lagi dimana aku jawab di kos Ayuk nunggu Amalia pulang kerja. Dengan nada tinggi dan tak percaya bapak bilang "Nek arak ning gone Mak Suroyo ki yogek mangkat rasah mampir dolan ra jelas, dalane ki rame rasahneko-neko" dan saat itu akhirnya aku nangis, sambil sesenggukana aku jawab " iyo neh wong iki yo nunggu amal kok, amal ki rung mulih, ngko yo nyang gone Mak Suroyo". Bahkan itu sudah 3 tahun lalu, tapi aku masih nangis sekarang. 

Selain aku tahu bahwa itu adalah bentuk perlindungan dan tanggung jawab dari seorang Ayah atas anak putrinya aku juga tau hal lain. Bahwa orang lain terkhusus orang tuaku tak percaya sama apa yang aku lakuin. Apakah karna selama sebelum itu aku aku selalu bikin kecewa? Apakah karna aku tak bisa diandalkan? Apakah karna aku memang tak bisa dipercaya? 

Memang citra aku di mata mereka sudah buruk, aku yang smp pernah pacaran sama om om, aku yang milih masuk SMK Multimedia padahal mendapat nilai terbaik ke 2 saat kelulusan SMP tapi aku gak masuk SMA yang diinginkan mamak, aku yang smk kelas 10 ngilangin laptop, aku yang peringkatnya turun pas smk, aku yang gak pernah dapet 5 besar lagi, aku yang ngilangin hp pas kelas 12, aku yang memilih untuk tidak lanjut kuliah. Iya aku sangat buruk, dan tak  bisa dibanggakan. Aku menjadi serba salah mau hidup di kehidupan mana. Aku yang memilih tidak kuliah dan gak bisa jadi kebanggaan mamak, tapi kalau milih kuliah aku gak mau mengulangi masa masa aku nangis tiap hari karna mamak dan bapak saling lempar tanggung jawab, dan aku gak bisa jamin bisa kuliah hanya dengan beasiswa, karna kenyataannya biaya kuliah gak cuma uang kuliah ukt dan biasa yang tercover dari beasiswa, aku juga gak bisa jamin bakal bertahan karna mungkin masalah diluar beasiswa, seperti: fasilitas pendukung, laptop, perbukuan, data internet, handphone, ATK, Transport, dan siapa tau biaya tempat tinggal (kalau ngekos) , Biaya sehari-hari (nngekos), oiya biaya darurat (ini penting, karna kenyataannya saat aku udah kerja pun, kalo kita sakit itu keluar banyak duit (diluar asuransi) saat pemulihan, sama kalo motor lagi rewel itu bakalan kerasa duitnya keluar).

Kenapa gak sambil kerja? Siapa yang mau memepekerjakan aku yg baru lulus?  dan apakah sudah pasti pendapatan aku  bisa ngecover kebutuhan dan keperluanku? Kalo ternyata itu malah membuatku tidak fokus kuliah karna mikirin gimana caranya cover kebutuhan dan gimana caranya agar ortuku tidak keberatan? Aku punya adik, yang satu pernah harus kontrol ke RS setiap hari rabu, tapi alhamdulillah skrg udah normal, yang gak normaal adalah matanya. Mamak sama bapak mikirin ini gak ya? 

Eh tapi, aku masih dan selalu  ingin berkesempatan untuk bisa kuliah, minimal D3/D4 , Rencana aku selama ini sih masih ke Universitas terbuka ya. Kalau unntuk jurusan aku masih banyak pertimbangan lagi, tapi sudah ada sliwer sliwer rencana. pengennya sih Ilmu Komunikasi. Aku bisa desain, aku harus bisa marketing, aku harus bisa ngiklan, aku harus bisa DKV. Haahaha ternyata aku masih punya impian dan harapan.

Itulah seberapa tidak worth it nya Anis ada dikeluarga ini, betapa anis tidak berguna sekali. Sampai punya pikiran "harus kemana biar aku gak di lingkungan ini" aku pengen pergi, ke tempat yang aku diterima dan diakui. Aku ingin membentuk diri dan image yang baik buat diriku. Aku sering bilang ingin mati, tapi bawah sadar aku selalu menolak thd hal apapun yang bisa bikin mati alias tetep survive dan melindungi diri. Dari yang hampir kecelakaan, reflek menghindar, lalu dari demam dan sakit tetap pergi berobat. Tanpa sadar aaku juga masih sayang sma diri sendiri.

<3


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dengerin dong...

 Sambil nunggu spfood mie gacoanku, aku mau curhat dulu deh di sini. Pulang kerja tadi aku niatnya mau cerita ke pacarku, Fito, kalo semalem...